Pesawat komersil boeing 737 didaratkan paksa di Base Ops Lanud Balikpapan lantaran diduga ilegal masuk ke kawasan udara nasional, Rabu (7/3/2018). Prajurit TNI AU bersenjata pun turut mengawal jalannya force down tersebut.

TNI AU melakukan force down alias pendaratan paksa terhadap pesawat yang diduga ilegal di Base Ops Lanud Balikpapan, Pesawat komersil boeing 737 terdeteksi Satuan Radar Balikpapan dan Tarakan melintasi wilayah udara nasional.

Menerima laporan tersebut jajaran TNI AU Kosek Hanudnas II Makassar langsung mengambil tindakan. Dua pesawat tempur Hawk 100/200 diperintahkan untuk melakukan intersep pesawat asing tersebut, lantaran diduga melanggar wilayah kedaulatan Indonesia.

 “Tidak ada perizinan dan informasi yang jelas mengapa masuk ke wilayah kedaulatan kita. Maka kita lakukan tindakan pendaratan paksa,” kata Danlanud Balikpapan, Kolonel Pnb  Muhammad Mujib,  sekitar 10.15 Wita pesawat komersil itu mendarat di pangkalan aju pengamanan udara nasional di Kaltim dikawal jajaran Lanud Balikpapan.

Usai masuk di Base Ops Lanud Balikpapan, anggota Lanud  bersenjata lengkap langsung mengepung pesawat tersebut. Mereka langsung masuk ke dalam pesawat boeing 737. Tak lama kemudian 3 awak pesawat digiring anggota TNI AU keluar. Anggota melakukan pemeriksaan  terhadap 3 orang yang mengoperasikan pesawat komersil tersebut.

Lalu, mereka digelandang ke markas komando untuk dilakukan interogasi.Di sana mereka dicecar oleh petugas terkait motif melakukan aktivitas penerbangan di wilayah udara nasional.

Dua pesawat tempur yang melakukan intersep terhadap pesawat yang diduga melanggar tersebut, pun akhirnya mendarat. Keduanya sukses menjalankan misi force down.Untuk diketahui, pendaratan paksa yang dilakukan dalam rangka Latihan Kilat Cakra B-18 dan Operasi Tangkis B-18.”Ini adalah prosesi TNI  Angkatan udara mengamankan wilayah udara nasional,” kata Danlanud