Sejarah Lanud Balikpapan
Embrio berdirinya Lanud Balikpapan diawali dg terbentuknya Detasemen AU Banjarmasin dan Tanjung Warupkin. Dimana Detasemen T. Warupkin membawahi wilayah Pos udara Balikpapan yg memberdayakan landasan buatan perusahaan minyak asing di Balikpapan. Dengan kondisi situasi negara yg tdk aman dg adanya pembrontakan PRRI,landasan tsb diserahkan kewenangannnya kepada AURI sbg pengamannya. Selanjutnya Pos Udara yg bermarkas di Pasar baru sbg tukar guling yg diberikan Pemda dari tanah AURI di Manggar yg dipakai AD, dipindahkan mendekat Landasan, yg selanjutnya perkantorannya diresmikan 10 Agustus 1963. Semenjak itulah peran Detasemen AU di Balikpapan sangat penting terutama pada masa Dwikora dg hadirnya pesawat-pesawat pembom B-2 Mitchel. Kemudian pada thun 1966 peningkatan Detasemen berubah menjadi Lanu, kemudin menjadi Lanud pd tahun 1984 sd sekarang. Karena possinya yang sangat strategis di wilayah Kaltim, maka Lanud Balikpapan merupakan salah satu pangkalan aju operasi bagi wilayah Koopsau 2 terutama untuk memantau perbatasan dan pergerakan strategis bagi pesawat-pesawat TNI AU dalam menjaga wilayah perbatasan di Kaltim yg cukup rawan pelanggaran.

 

Wilayah Pangkalan TNI AU Balikpapan

Keadaan umum daerah Pangkalan TNI AU Balikpapan adalah terletak di sebelah timur pusat kota Balikpapan dengan luas 122.600 M2 jarak dari kota ± 14 Km dan jarak dari lapangan terbang Sepinggan (Bandara Sepinggan) sejauh ± 0.5 Km, serta dibatasi oleh desa/kampung sebagai berikut :
a. Sebelah barat terdapat  Komplek Angkasa Pura I ( Perumahan Penerbangan Sipil ) dan perkampungan penduduk serta Bandar Udara Sepinggan.  b. Sebelah timur terdapat banyak bangunan perusahaan dan perkampungan penduduk. c. Sebelah utara terdapat Komplek Perumahan Angkasa Pura I (Pensip), perkampungan penduduk dan bukit bukit. d. Sebelah selatan terdapat pantai Selat Makassar.

 

Visi & Misi

“ MENJADIKAN LANUD BALIKPAPAN SEBAGAI PANGKALAN AJU YANG MAMPU MENDUKUNG DAN MENGGELAR KEKUATAN ALUTSISTA UDARA DI WILAYAH KALIMANTAN TIMUR DALAM RANGKA MELAKSANAKAN TUGAS OMP DAN OMSP DI DUKUNG OLEH SARANA DAN PRASARANA YANG LENGKAP SERTA PERSONEL YANG PROFESIONAL   ”.

MISI

a. MEMBANGUN PERSONEL YANG PROFESIONAL, BERIMAN       DAN BERTAQWA UNTUK MENGAWAKI ORGANISASI DALAM RANGKA      MELAKSANAKAN TUGAS.

b. MELAKSANAKAN DUKUNGAN OPERASI YANG DIPERINTAHKAN         DENGAN DILANDASI KEDISIPLINAN DAN PROSEDUR UNTUK      MEWUJUDKAN ZERO ACCIDENT.

c. MENJALIN KOMUNIKASI, KOORDINASI, DAN HUBUNGAN      HARMONIS DENGAN INSTANSI SAMPING SERTA MASYARAKAT DALAM      PELAKSANAAN TUGASNYA BAIK OMP MAUPUN OMSP.